|
Berjalan kaki menyusuri kebun teh di bawah suhu sekitar 16 derajat Celsius menjadi keasyikan tersendiri. Belum lengkap bila tidak mencoba jalur pendakian alam di sekitar dua gunung terkenal di Jawa Timur itu. Kita akan melihat keelokan alam serta habitat tanaman dua gunung itu yang tidak pernah dijumpai sebelumnya.

Sepanjang sekitar 50 kilometer dari kantor PTPN XII Kebun Kertowono menuju Tengger, pendakian bisa dilakukan melalui tiga wilayah bagian kebun itu (afdeling) yakni Puring, Kamar Tengah, dan Kertosuko.
Di atas ketinggian 650 hingga 1.250 meter dari permukaan laut (dpl) kita bisa melihat hamparan pepohonan teh (Camellia Sinensis) seluas 931,82 hektare.
Teh tersebut berjenis teh hitam yang ditanam sejak tahun 1910 oleh NV Ticderman Van Kerchen (TVK), sebuah perusahaan milik pemerintah Belanda yang membuka lahan itu sejak 1875.
Menyusuri kebun teh memiliki sensasi tersendiri. Namun, jangan berharap menjumpai kerasnya jalan aspal. Kita cuma akan menemui jalan berbatu, berlumpur ketika hujan, dan menanjak. Beruntung bila menjumpai truk pengangkut teh kebun yang menuju salah satu petak tanaman teh yang sedang panen.
Truk itu sebagai penunda rasa lelah berjalan lantaran pendaki bisa menumpangnya. Tapi tak jarang pula truk itu terjerembab di jalan berlumpur. Para karyawan kebun teh sendiri harus rela menarik truk berpuluh-puluh meter jauhnya.
Pemandangan di pagi hari cukup menakjubkan. Kepulan asap puncak Semeru yang menjadi ciri aktivitas gunung tertinggi di Jawa ini menjadi penyegar mata. Terlebih ketika kepulan itu muncul di saat cuaca cerah. Bali, moment termahal di pantai itu kan melihat matahari terbenam saat senja.
Menyusuri ribuan pohon mahoni dan kayu rimba, merupakan satu warna lain dalam perjalan pendakian ke puncak Bromo-Semeru melalui Kertowono. Tegakan pohon yang berusia puluhan tahun masih utuh di beberapa wilayah kebun itu.
Kertowono merupakan potensi agrowisata yang signifikan untuk dikembangkan menjadi jalur pendakian. Sayangnya, keterbatasan dana untuk mengembangkannya merupakan kendala utama menciptakan Kertowono menjadi gerbang timur pendakian Bromo-Semeru.
Rute Kertowono hingga puncak Bromo seringkali digunakan sebagai arena reli sepeda gunung oleh para mountain biker dari berbagai kota di Jawa Timur bahkan ibu kota Jakarta.
Mereka hanya sekadar lewat, mengambil start sekitar pelataran parkir pabrik teh, dan finish di Bromo. Kawasan ini sebenarnya juga mengakses daerah rimba Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Sebuah lokasi konservasi sumber daya alam yang menyimpan jutaan anggrek. |