|
Banyak orang terlalu banyak berfikir ketika akan memulai usaha. Mesti dimulai kapan? Modalnya darimana? Pemasarannya bagaimana? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Akibatnya yang muncul bukan keyakinan, justru keraguan.
Oleh karena itu, diperlukan keberanian memulai dengan segala risiko yang mungkin dihadapi. Berbuat sesuatu pasti ada risikonya, tidak berbuat pun juga mempunyai risiko.
Dengan perhitungan yang matang, langkah yang terecana, tentu risiko yang mungkin terjadi dapat diminimalisasi. Terdapat sembilan kunci bisnis yang sering disebut “TEORI SEMBILAN A”
Pertama, bertindaklah dengan perencanaan yang matang (action 1). Dengan perencanaan yang baik, penyimpangan akan dapat diminimalisir. Dalam perencanaan ini, dimulai dengan pembahasan apa yang dilakukan, bagaimana cara melakukan, baru kemudian siapa yang melakukan. Dengan demikian, figure yang dipilih sudah diberi batas wewenang, tugas dan tanggung jawab.
Kedua, bertindaklah dengan mengorganisasikan usaha sebagaimana yang telah direncanakan (action 2). Usaha akan dapat berjalan dengan baik, jika dilakukan melalui perencanaan yang matang dan diorganisasikan agar setiap individu yang terlibat bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Usaha tersebut juga dapat didelegasikan kepada profesional. Kita baru bisa menjadi pengusaha, kalau usaha dapat berjalan tanpa kita harus menungguinya terus menerus (bussines run without you).
Ketiga, bertindaklah terus mengembangkan usaha dengan pengawasan yang baik (action 3). Dengan pengawasan, disamping dapat mengamankan harta kekayaan usaha, pengusaha juga dapat menjamin dipatuhinya kebijakan manajemen. Banyak alat kontrol yang bisa digunakan oleh pengusaha, seperti analisis deviasi. Yaitu membandingkan antara perencanaan dengan aktualisasinya. Kalau misal terjadi perbedaan, berapa prosentasenya? menguntungkan apa tidak? Karena jika aktualnya lebih kecil, belum tentu tidak menguntungkan bagi usaha yang dijalankan. Biaya yang lebih kecil akan lebih baik, karena terjadi efisiensi usaha.
Masih banyak A (action) yang lain yang bisa dilakukan. Prinsipnya dalam bisnis, jangan terlalu banyak pertimbangan dan pertimbangan terus. Yang diperlukan, bertindak (action), bertindak (action) dan bertidak terus (action). Bagaimana dengan Anda?
Sumber: surya.co.id |