• Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow

MUI Jatim: Berbagai Bentuk MLM Adalah Haram

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk segala jenis bisnis dengan sistem Multi Level Marketing (MLM). Sebab sistem tersebut dinilai merugikan masyarakat kecil.


Selokambang Primadona Kota Lumajang

Kegersangan musim kemarau tak terasa di Kompleks Permandian Selokambang yang luasnya 12 hektar itu. Teriknya sinar matahari pada musim kemarau tidak mampu mengalahkan keteduhan yang ditebarkan pepohon [ ... ]


Belajar dari Bank Mega PDF Print E-mail

Terus terang, saya ancungkan jempol buat Bank Mega, yang ternyata saat ini tetap eksis, meski di saat krisis ekonomi sekalipun. Setahu saya, memang pergantian manajemen yang terjadi sejak 1996 lalu, terbukti telah meningkatkan kinerja bank itu. Setidaknya, ini terlihat dari perjalanan bisnisnya yang berhasil meraih prestasi demi prestasi, baik dalam skala nasional, regional, maupun intersional.

Prestasi pertama yang diraih Bank Mega adalah keberhasilannya mendapatkan peringkat pelayanan terbaik di antara 34 Bank (pemerintah, swasta, dan asing). Keberhasilan ini sekaligus mengawali pencanangan tahun 1999 sebagai “Tahun Service Excellence”. Selaras dengan itu, kualitas pelayanan terus dikembangkan dari waktu ke waktu, berdasarkan kebutuhan nasabah.

Mengagumkan sekali bahwa di dalam mengantisipasi kondisi pasar yang segara mengglobal, berhasil juga meraih prestasi bersekala internasional. Di mana oleh SGS Yarsley International Certification Services Ltd., United Kingdom, bank ini dinyatakan layak menerima sertifikat ISO 9002.

Dengan keberhasilannya ini, maka nasabah akan memperoleh standar pelayanan yang sama (cepat, lancer, dan tanpa masalah) pada semua Outlet Bank Mega di seluruh kantor cabangnya. Sehingga di tahun 2000 ini, tak mengherankan, kalau lantas manajemennya  menerapkan sebagai “Tahun Operational Excellence”.

Kini pada tahun 2000, bank ini juga merencanakan buka cabang baru yang semula jumlahnya hanya 31 akan berkembang menjadi 90 cabang. Tahun 2001 akan dikembangkan lagi menjadi 140 cabang. Bahkan, saya dengar pada bulan Maret tahun 2000 lalu bank Mega melakukan go public. Memang konsekuensinya, strategi pengembangan pelayanan yang dijalankannya harus memenuhi standar-standar yang diakui secara umum, dan diterima masyarakat. Karena, bagaimanapun setiap gerak kinerjanya pasti akan terus diamati dan dievaluasi publik.

Menarik untuk kita amati adalah, Bank Mega justru berhasil dikembangkan di saat krisis ekonomi. Hal itu,, mengingatkan saya, pada orang yang menggali atau membuat sumur pada saat musim kemarau. Dimana saat menggali sumur pada saat musim kemarau itu agar bisa meraih kedalaman tertentu sampai air itu mengalir, tentunya membutuhkan tenaga atau kerja keras yang tinggi.

Nah, saya melihat, ternyata. Yakni, menggalinya di saat musim kemarau tiba, atau di saat krisis ekonomi terjadi. Sehingga, begitu musim penghujan tiba, air sumur yang mengalirpun semakin deras. Itu terbukti dengan pertumbuhan Bank Mega sebagai retail banking tergolong pesat. Bahkan, kini Bank Mega yang terlihat tetap eksis, tampak terus tumbuh, dan malahan bertekad menjadi salah satu dari 10 bank terbaik.

Sedangkan, soal banyaknya bank-bank lain yang bermasalah, dan banyak tutup, itu karena memang dulunya mereka suka berlomba-lomba menggali sumur justru di saat musim penghujan tiba. Akibatnya, ketika musim kemarau tiba atau muncul krisis ekonomi, yang terjadi adalah: mereka “kehabisan air”. Akhirnya, bangkrut atau tutup.

Oleh karena itu, saya kira wajar dan tidak ada salahnya bagi kita yang berkeinginan meraih sukses bisnis, bisa saja belajar dari apa-apa yang terbaik dari Bank Mega. Misalnya, jika kita ingin menggali sumur, ada baiknya dilakukan di musim kemarau bukan sebaliknya dilakukan di musim penghujan.

Begitu pula halnya, sekalipun terjadi krisis ekonomi, jangan jadikan hal itu sebagai alasan bagi kita untuk tidak memulai bisnis, dan jangan pula membuat kita berhenti mengembangkan usaha. Keraguan atau ketakutan itu justru harus kita buang jauh-jauh. Maka, kita janganlah setengah-setengah di dalam mengembangkan usaha yang kita geluti sekarang ini.

Sumber: purdiechandra.net

Comments (0)
 
 
10 Tips Hemat Listrik

Karena adanya keterbatasan pasokan alias krisis, pemerintah saat ini sedang menggalakkan program Hemat Energi. Beberapa cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi krisis energi diantaranya mengalihkan hari kerja pabrik ke akhir minggu, penghematan listrik di mal/pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Read more...

Visitor

Hari Ini125
Kemarin99
Minggu Ini125
Bulan Ini2708
Akumulasi85449
We have 11 guests online
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images
  • Nice Place Images