|
Rumah pada posisi tusuk sate umumnya tidak diminati oleh konsumen. Apalagi jika posisinya di jalan besar atau jalan raya. Menurut pandangan fengshui (ilmu keselarasan angin dan air), rumah ini banyak mendatangkan hawa yang berbahaya bagi penghuninya.
Biasanya pada beberapa pengembang, rumah pada posisi ini harganya bisa lebih murah dibandingkan dengan posisi yang tidak tusuk sate, dan juga sering terjadi terjual paling akhir.
Namun, buat sebagian kecil orang, posisi tusuk sate malah mendatangkan rezeki pada saat yang bersangkutan membuka usaha di tempat ini. Tidak sedikit orang yang sukses berusaha di posisi ini. Akan tetapi, juga tidak sedikit orang yang tidak kuat sehingga lambat laun usahanya mengalami kemunduran.
Penyebab utama masalah posisi tusuk sate adalah terlalu kencangnya energi chi yang menuju rumah. Selain itu, juga berbahaya jika ada pengemudi yang kurang hati-hati sehingga dimungkinkan kendaraan bisa nyelonong masuk ke dalam rumah.
Bagaimana apabila rumah Anda terletak pada posisi ini?
Untuk mengatasi aliran chi yang terlalu kuat, ada baiknya Anda mencoba menanam pohon bambu di belakang pagar depan rumah Anda. Praktisi fengshui percaya bahwa pohon bambu dapat menyaring chi yang datang dari arah tusuk sate sehingga chi yang masuk berhawa positif.
Secara sederhana dapat dikemukakan begini. Mari kita memperhatikan bahwa pada saat angin kencang datang dari arah depan, pohon bambu akan bergerak elastis mengikuti aliran angin sehingga hawa yang masuk pun tak terlalu kencang.
Sebaiknya pohon bambu yang ditanam adalah pohon bambu Jakarta atau yang berdaun kecil dengan batang tak terlalu besar. Anda bisa bayangkan, jika tak ada tanaman penghalang, akan berasa aliran kencang pada saat angin bertiup dari depan.
Pada area di depan pagar tempatkan cermin yang menghadap jalan. Selain berguna sebagai penangkal hawa jahat, cermin juga berguna bagi pengguna jalan untuk mengetahui situasi di jalan tersebut. Selain cermin, tempatkan pula lampu untuk menerangi di malam hari. Gunakan lampu dengan cahaya yang cukup terang, ada baiknya jika Anda menggunakan lampu berwarna putih.
Jika Anda menggunakan pagar tembok di depan, untuk lubang angin, buatlah menjadi setengah lingkaran dengan posisi lengkungan di atas (seperti busur). Hal ini dipercaya akan mendatangkan keharmonisan bagi penghuni rumah tersebut.
Bentuk setengah lingkaran dengan posisi lengkungan di atas melambangkan kemakmuran yang merata dan menyebar pada seisi penghuni rumah. Adapun untuk jari- jarinya pada ujung teratas bisa berbentuk menyerupai anak panah menghadap ke atas yang melambangkan rezeki selalu meningkat.
Setelah melewati penyaringan, chi akan masuk ke rumah melalui pintu utama. Untuk itu, sebaiknya posisi pintu utama rumah Anda lebih baik jika menghadap ke samping. Hal ini dimaksudkan agar chi tidak masuk secara lurus atau langsung menghantam, tetapi mengalami proses pembelokan sehingga pintu yang menghadap ke samping berfungsi juga untuk memperlembut aliran chi yang masuk ke rumah Anda.
Untuk penyebaran chi di dalam rumah, Anda bisa meletakkan hiasan yang terbuat dari bahan kristal di ruang tengah. Hiasan tersebut akan lebih bagus lagi jika mempunyai bentuk potongan seperti pada batu berlian. Fungsinya adalah untuk membentuk warna pelangi ketika ada cahaya menimpanya sehingga chi berpendar lebih lembut lagi.
Jika rumah Anda tertutup rapat, untuk mengurangi chi yang terlalu berlebihan, buatlah jendela di ruang tengah dan letakkanlah lonceng angin (wind chime) di depan jendela. Sebaiknya jangan menggunakan lonceng yang tertutup, seperti lonceng sapi atau genta, karena bunyi yang dikeluarkan akan memecah belah chi yang sudah terkumpul.
Persoalan yang kadang kala muncul adalah sakit pada penghuni rumah di posisi tusuk sate. Untuk itu, jangan tempatkan ruang tidur Anda pada ruang depan yang langsung tembus dengan jalan. Hal ini untuk menghindari kuatnya chi (energi) dari jalan supaya tidak langsung menghantam kesehatan Anda.
Sebaiknya juga jangan menempatkan dapur pada ruang depan agar chi yang masuk tidak beradu dengan panas dari kompor Anda. Biasanya chi yang datang adalah berunsur \"yang\" dan jika beradu dengan api, akan semakin memperkuat unsur \"yang\".
Yang paling tepat penggunaan untuk ruang depan (di sebelah ruang tamu) yang langsung berhadapan dengan jalan adalah ruang baca.
Apabila halaman Anda cukup besar, ada baiknya membuat air mancur di posisi depan. Air mancur ini berguna untuk menetralisasi aliran chi agar tidak menyerbu dengan kencang. Ada baiknya pula taruh bunga teratai di sekitar air mancur.
Untuk mengurangi dampak kerasnya aliran chi yang masuk, ada baiknya digunakan warna putih pada dinding bagian luar rumah Anda, terutama bagian depan. Ada baiknya untuk menghindari warna yang berunsur kuat, misalnya merah atau biru tua, dengan tujuan agar tidak kelebihan unsur \"yang\" pada rumah Anda.
Yang terpenting bagi Anda penghuni rumah pada posisi tusuk sate adalah menciptakan kenyamanan dan keharmonisan pada ruang gerak Anda, baik di dalam rumah maupun di halaman rumah. Jika kondisi seperti ini tercipta, bisa dikatakan hawa jahat enggan singgah di rumah Anda sehingga Anda pun bisa hidup dengan bahagia.
Sumber: Fengshui-indonesia.com |